dikala kesepian menyelimuti hati
dikala sakit menyayat jiwa
dia datang bawa cerita
cerita indah penenang jiwa
dikala ragaku semu
dikala gelap seluruh pandangan
dia sejukkan aku dengan senyuman
dia terangi aku dengan sinarnya yg tak pernah padam
sekali dua kali
sampai setiap kali dia kembalikan semangatku
jiwaku
yang dulu hampir punah oleh kepedihan
dia bak malaikat
walau tanpa sayap
dia cemerlang
kerena ketulusan hatinya
namun ketika sayap itu mulai nampak
saat senyum terakhir hampir terukir
dia nyanyikan simfoni selamat tinggal
dan mulai menjauh, menjauh
jiwaku hampa
airmataku semu dan mulai jatuh
semakin kudengar samar nyanyian itu
semakin menyakitkan yang kurasa
aku rapuh
duduk tanpa tenaga
menatap tanah yang kupijak
tanpa dapat kulakuakan sesuatu
hanya yang kuingat
Tuhan
kuangkat kedua tanganku
kupanjatkan satu doa
Tuhan, bila dia harus pergi sekarang
pertemukanlah kami lagi
dengan tanganmu
di surga nanti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar